Kegiatan


“Masjid dan Transmisi Nasionalisme; Merawat Kemajemukan Menuju Kemandirian Umat.

Semarang, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang Kecamatan Mijen menyelenggarakan webinar dengan tema “Masjid dan Transmisi Nasionalisme; Merawat Kemajemukan Menuju Kemandirian Umat.”
 
Selain diselenggarakan secara online, kegiatan yang dibuka resmi oleh Camat Mijen, Agus Junaidi juga diselenggarakan secara offline. Sebanyak 47 orang perwakilan dari masing-masing RW kelurahan dan tokoh masyarakat di lingkungan kecamatan Mijen mengikuti kegiatan hingga selesai dengan protokol kesehatan di aula kecamatan Mijen.
 
Sebagai keynotespeaker, Camat Mijen Moh. Agus Junaidi, S.Kom menyampaikan bahwa:
“Masjid seharusnya tidak hanya digunakan sebagai tempat ritual peribadatan, tetapi juga sebagai tempat transmisi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Harapan kami semua masjid khususnya di kecamatan Mijen bisa bersinergi untuk sengkuyung membantu kebutuhan masyarakat, sehingga masjid tidak berjarak dengan masyarakat.”
 
KH. Anasom sebagai narasumber menyampaikan bahwa dalam sejarah masjid justru menjadi pusat peradaban. “Masjid menjadi pusat peradaban umat Islam. Tidak hanya sekedar tempat ritual ibadah. Bahkan kalau diperhatikan lokasi masjid-masjid bersejarah ditingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional, desainnya terintegrasi dengan lokasi alun-alun atau tempat berkumpulnya banyak orang. Hal ini menunjukkan bahwa masjid menjadi sarana transmisi nilai-nilai agama termasuk juga wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada umat.” Tutur ketua PCNU Kota Semarang.
 
Semua warga negara Indonesia memiliki tugas yang sama untuk menjaga NKRI. Salah satunya melalui masjid, karena masjid adalah tempat berkumpulnya banyak orang sehingga tepat digunakan sebagai media transmisi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. 
 
Hal ini senada dengan yang disampaikan Dra. Atiek Surniati narasumber dari Kesbangpol Jawa Tengah, bahwa “Setiap warga negara Indonesia harus memiliki rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan itu berupa menyatunya rasa kebangsaan dan paham kebangsaan yang akhirya menimbulkan tekad untuk membela dan berkorban untuk kepentingan bangsa.” Tutur Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak FKPT Jawa Tengah.
 
FKPT sebagai kepanjangan tangan dari BNPT di daerah mengajak masyarakat supaya ikut mendamaikan saudaranya yang tengah konflik. Merawat kebhinekaan adalah tugas berat yang harus dikerjakan bersama-sama. Perbedaan itu hal wajar yang harus diterima sebagai kehendak Tuhan.” Ujar Prof. Syamsul Maarif, ketua FKPT Jawa Tengah.