Kegiatan


Tak Ada Alasan Tidak Menjadikan Setiap Orang Saudara

FKPT Jambi: Tak Ada Alasan Tidak Menjadikan Setiap Orang Saudara 
 
Jambi, FKPT Center - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi, Prof. Syukri Saleh, mendorong para guru mata pelajaran agama untuk tak lelah menumbuhkan perdamaian di lingkungan sekolah tempatnya mengajar. Menurutnya, tak ada alasan bagi setiap manusia untuk tidak menjadikan manusia lainnya sebagai saudara. 
 
Menyampaikan sambutan di pembukaan kegiatan dialog Internalisasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah untuk Menumbuhkan Harmoni Kebangsaan, Rabu (29/7/2020), Syukri mengungkapkan, setiap agama mengajarkan bagaimana antarmanusia berinteraksi. Jika di Islam dikenal ada Ukhuwah Islamiyan, Basyariyah, dan Wathaniyah, agama lainnya memiliki istilah berbeda namun makna yang sama. 
 
"Pada dasarnya ketika orang lain tidak seiman dengan kita, tidak seagama, dia adalah saudara kita sesama makhluk Tuhan, dia adalah saudara kita sesama warga negara Indonesia," kata Syukri. 
 
Atas dasar hal tersebut, Syukri meminta toleransi yang mampu menjaga interaksi antarmanusia itu bisa berjalan baik diajarkan sejak dini di lingkungan sekolah.  "Guru memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadikan anak didiknya mengenal bagaimana caranya berinteraksi dengan sesama manusia secara baik," tegasnya. 
 
Pada sambutannya Syukri juga menyisipkan pesan bagaimana merawat toleransi yang sudah terbangun, yaitu dengan memfilter setiap informasi yang kita terima. Di era keterbukaan informasi dan kemajuan teknolgi saat ini, disrupsi informasi terjadi, yang mana setiap informasi yang beredar harus benar-benar diperiksa kebenarannya. 
 
"Prinsipnya masih sama, jika hoax stop di kita dan jangan disebar. Tapi jika benar sekalipun juga harus diperiksa, manfaat apa tidak jika disebar. Jika manfaat silahkan disebar, jika tidak stop!" tandas Syukri. 
 
Di hadapan 85 guru mata pelajaran agama Syukri juga menyinggung suasana pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Dia mendorong agar para guru turut menyakinkan anak didiknya, bahwa wabah Covid-19 merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Esa. "Dan sebagai umat beragama kita harus meyakini ujian ini akan segera berakhir," tutupnya