Kegiatan


BNPT Dorong FKPT Bersinergi Untuk Tercapainya Visi Penangulangan Terorisme

Jakarta, FKPT Center - Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BNPT, Bangbang Surono, meminta setiap elemen di internal BNPT, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), dan staeholder terkait, bersinergi untuk tercapainya visi penanggulangan terorisme.

Demikian disampaikan Bangbang saat memberikan  arahan di diskusi virtual dalam rangka pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BNPT hasil rekrutmen angkatan ke-IV, Selasa (9/6/2020).

"Visi itu ada di Rencana Strategis (Renstra) BNPT dua ribu dua puluh dua ribu dual puluh empat, yaitu negara dan masyarakat aman dari ancaman maupun tindak pidana terorisme dalam rangka terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong," kata Bangbang.

Bangbang menambahkan, visi penanggulangan terorisme itu disusun berdasarkan UU No.5 tahun 2018 yang menjadi dasar hukum penanggulangan terorisme di Indonesia. Setiap elemen di internal BNPT, FKPT,  dan staeholder terkait juga diminta mampu menguasai dengan baik isi undang-undang dimaksud. "Itulah amanah dari rakyat kepada negara yang harus kita jaga dan laksanakan dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Kemampuan bersinergi dan penguasaan yang baik terhadap undang-undang, masih kata Bangbang, akan mendorong tumbuhnya rasa memiliki terhadap BNPT dan upaya penanggulangan terorisme. Hal ini diakuinya sangat penting untuk menopang  tugas-tugas terkait penanggulangan yang akan dijalani ke depan.

"Tumbuhkan jiwa korsa agar semangat kita untuk terlibat dalam penanggulangan terorisme tidak padam," tegas Bangbang.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, dalam laporan pembukaan menyampaikan, salah satu tujuan dari penyelenggaranaan diskusi virtual ini adalah memantik sikap responsif siapapun di internal BNPT, FKPT, dan staeholder terkait terhadap setiap narasi radikalisme yang coba disusupkan di tengah pandemi Covid-19.

"Kita tidak boleh lengah. Mendorong terciptanya kewaspadaan masyarakat terhadap radikalisme dan terorisme di tengah mewabahnya Covid-19 tetap harus kita laksanakan," ujar Andi Intang.

Melalui diskusi ini, lanjut Andi Intang, diharapkan juga mampu menumbuhkan spektrum damai di pribadi ASN BNPT, FKPT, dan staeholder terkait, sehingga mampu membentengi dirinya sendiri, lingkungan, dan komunitasnya dari pengaruh radikalisme dan terorisme. [shk/shk]